..random

by astridirma

Kalau seandainya blog ini punya masa tenggang, mungkin bakal sudah hilang dan hangus dari dulu-dulu. Terakhir saya buka blog ini itu… kemarin. Tapi cuma log in terus log out lagi :D   rasanya niat untuk ngeblog sudah seperti melihat komet halley yang ada cuma 76 tahun sekali. Saya lebih sering ngetwit dan berkicau disana. Yah, whatsoever, akhirnya saya menjamah juga halaman dashboard ini. Tiba-tiba gatel pengen nulis.

Posting terakhir juli 2009, sudah setahun rupanya. Hidup saya toh masih sama saja. Kuliah, makan, dan tidur. Sejak seminggu yang lalu status saya sudah bukan lagi mahasiswa semester 7. Februari nanti sudah genap 4 tahun saya mengenyam bangku kuliahan. Belum, saya belum puas. Kalaupun kata orang, 4 tahun itu sudah pol dan harus sudah lulus, tapi rasanya saya belum bisa menanggung gelar ST dibelakang nama saya. Arsitektur, jurusan yang saya ambil, ternyata lebih luas dan meluas daripada yang saya baca di textbook.

Ada dua kemungkinan belajar di kelas ini. Pertama, untuk jadi seorang arsitek, tidak cukup 4, 5 atau 6 tahun kuliah.. dan kedua, tidak perlu menunggu lulus untuk jadi seorang arsitek. Nice, huh?

Tidak, sekali lagi saya tidak pernah menjudge diri saya sendiri seorang yang bodoh. Itu sama saja tidak bersyukur. Tetapi saya juga tidak pernah menasbihkan saya ini pintar, cerdas, brilian, bukan main..  Yah, saya hanya seperti orang kebanyakan, yang selalu menempatkan dirinya di tengah-tengah dalam mayoritas.

Awal tahun yang biasanya selalu ditetapkan kebanyakan orang untuk menentukan resolusi, tidak selalu terjadi pada saya. Bukannya saya tidak punya, tapi kenapa harus menunggu awal tahun untuk berniat lebih baik..  Setidaknya ini menurut saya, inti dari semua resolusi adalah bertambah baik. Bertambah baik di beberapa atau segala bidang. Hal yang sama malah lebih sering saya lakukan saat Ramadhan hari terakhir. Membuat resolusi. Biasanya setelah menyesal kenapa ibadah saya kurang maksimal, kenapa alquran selalu tidak khatam atau kenapa masih pelit membagi rejeki.. resolusi ibadah selalu saya niatkan pada waktu ini.

Lain lagi saat ulang tahun, di ulang tahun saya yang terakhir, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya mendapat banyak doa dari keluarga, kerabat, teman dekat, teman jauh, bahkan oleh teman yang sekilas membaca tanggal lahir di facebook saya. Di hari ulang tahun, justru orang lain yang membuat resolusi untuk kita ditambah diamini juga. Walaupun hanya sekedar kalimat klise wish you all the best, tapi bukankah itu adalah doa yang mengandung banyak doa? semoga kamu menjadi yang terbaik di segala hal. Masyallah, saya berterimakasih sekali pada orang Eropa atau Amerika yan pertama kali menggunakan kalimat ini.

Yang akan berubah dari hidup saya hanya lingkungan. Keluarga sudah mengiyakan untuk pindah rumah. How enteresting it will. Lingkungan yang baru selalu menjadi kabar baik, paling tidak bagi saya. Itu berarti saya bisa me restart pola hidup saya. Seminggu yang lalu, ibu sudah mengajak saya melihat tempat tinggal kami yang baru. Tidak terlalu jauh dari rumah, berarti hanya lingkungan tetangga saja yang berubah. Akhirnya saya tidak keberatan dengan rumah pilihan ibu itu. Setelah sebelumnya saya menolak mentah-mentah 3 calon rumah yang diusulkan ibu, bahkan sebelum saya melihat sendiri.

Bangunan baru, tidak besar, tidak kecil, bahkan masih lebih lenggang daripada rumah saya sebelumnya. Sebagai mahasiswa yang selama 4 tahun belajar tentang organisasi ruang, di rumah ini saya temukan banyak ketidakcocokan. Saya sangat mahfum dengan kebiasaan dan perilaku masyarakat… um, desa. yang senang memiliki space luas terutama di bagian teras dan ruang tamu, karena kebiasaan berkumpul untuk arisan, pengajian, mantu dll. Saya paham kenapa teras, ruang tamu, garasi dan dapur di calon tempat tinggal saya nanti begitu luas, setidaknya menurut saya. Walaupun demikian, bukan berarti harus mengurangi space atau bagian dari kamar tidur kan.. TT.  Dua kamar tidur dengan luas tidak lebih dari 2,5 x 2,5 m, bahkan lebih kecil daripada perumahan.

Gatel rasanya untuk renovasi ulang bangunan itu, tapi ini cuma kontrakan :D yah, sebelum menemukan rumah yang benar-benar pas di Malang nanti, keluarga memutuskan untuk tinggal di kontrakan. Walaupun begitu, yang meluluskan semua pertimbangan adalah masjid yang letaknya benar-benar di samping rumah. Benar-benar hanya sepuluh langkah dari lantai batas sucinya. Sudah terngiang resolusi baru di kepala saya ^^. Insyaallah..

Sekarang. 20.49 waktu leptop. Hujan dan lapar. Hari ke tujuh liburan. Sambil mereload timeline twitter, nonton sinetron kesayangan ibu, Cinta Fitri..  melongok masih ada sisa kolak tadi siang, lebih baik saya cepat sebelum keduluan adek saya.

Thanks for read. Catch you all later :)

Advertisements