Pelestarian dan Surakarta

by astridirma

Tinggal di Surakarta yang menyandang gelar sebagai Kota Budaya, memunculkan banyak anggapan terhadap penekanan kata budaya itu sendiri, tentang apa saja yang dimaksud dengan budaya tersebut. Seperti yang telah diketahui, Surakarta atau Solo, dikenal sebagai salah satu kota industri batik. Selain itu Surakarta juga merupakan setting atau tempat berlangsungnya kejadian-kejadian penting di masa lampau. Hal ini dibuktikan dengan adanya dua situs penting, yaitu Keraton Kasunanan dan Keraton Mangkunegaran. Tidak hanya itu, pengaruh penjajahan Belanda dan Portugis juga menghasilkan akulturasi budaya, yang salah satunya adalah arsitektur yang mewarnai perwajahan Kota Surakarta. Banyak ditemukan bangunan-bangunan bertipe kolonial atau indis, seperti Benteng Vastenburg, Bank Indonesia, Pasar Gede, Kantor Pos dan lain-lain yang semuanya ini patut untuk dilestarikan.

Selain untuk menjaga agar cerita sejarah itu tetap ada, kehadiran bangunan-bangunan ini juga dapat memperkuat visual Kota, bukan malah memperburuk (dirasa sudah kuno). Karena banyak yang tidak dirawat, maka orang tidak merasakan suasana apa-apa saat berada di dekatnya, pada akhirnya mereka hanya melewatinya sambil lalu saja.

Sebagai salah satu peninggalan sejarah, kawasan Baluwarti memiliki beberapa bangunan bersejarah karena memiliki kekentalan sejarah dengan kesatuan Keraton Surakarta. Keistimewaan yang lain adalah kelurahan ini masih berada dalam satu benteng yang sama dengan keraton. Awalnya Baluwarti merupakan wilayah yang dihuni keluarga keraton dan abdi dalem.

Sebagai bagian dari Kecamatan Pasar Kliwon yang masih termasuk dalam pusat Kota Surakarta, Kelurahan Baluwarti  juga  menjadi  incaran masyarakat sebagai  lokasi permukiman, baik masyarakat  pendatang dari dalam Kota Surakarta maupun dari luar Kota Surakarta. Hal tersebut menjadi salah satu faktor terjadinya perubahan. Hingga saat ini Perubahan yang terjadi berupa perubahan fisik bangunan yang menyesuaikan dengan perkembangannya yang ada.

Faktor lain dapat berupa faktor ekonomi masyarakat Baluwarti. Beberapa masyarakat banyak yang memanfaatkan rumah mereka  sebagai  tempat  yang bersifat  komersial  baik  itu digunakan  sebagai  berdagang ataupun disewa/dikontrakkan kepada orang lain di luar masyarakat keraton. Perubahan  penggunaan  ruang  di Kelurahan  Baluwarti  secara  umum perubahan  fungsi yang sebelumnya hanya  sebagai  tempat tinggal menjadi  tempat  usaha.  Selain itu, juga  terdapat  perubahan  bentuk bangunan  yang  menyesuaikan dengan  mode/arsitektur  modern. Walaupun sebenarnya perubahan – perubahan yang demikian adalah wajar bagi sebuah pemukiman, tetapi akan sayang sekali bila terjadi di kawasan seperti Baluwarti ini. Semakin banyak bangunan yang mengalami perubahan baik itu fungsi, bentuk, ataupun luasan bangunan, nantinya dapat menurunkan identitas Kelurahan Baluwarti sebagai pemukiman Keraton Kasunanan Surakarta yang penuh dengan sejarah, budaya dan arsitektur kuno.

dikutip dari D:ASTRIIIDkuliahpelestariankonsul 1.doc  yang selanjutnya masuk ke loker Dosen dan menunggu koreksi

Advertisements